Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini 5 Cara Mengatasi Virus Ransomware yang Perlu Diketahui

cara mengatasi virus ransomware


Cara mengatasi virus ransomware bisa dilakukan ketika tiba-tiba semua file terkunci dan pada saat akan membukanya muncul pesan yang meminta untuk membayar uang tebusan supaya bisa mendapatkan password untuk membukanya. 

Lalu bagaimana cara mengatasi virus ransomware? Berikut penjelasannya:  

1. Abaikan Permintaan Hacker

Hacker pengirim ransomware biasanya akan memberikan ancaman atau permintaan untuk membayar uang tebusan. Biasanya sang hacker akan memintanya agar file yang terinfeksi ransomware akan dibuka lagi olehnya. 

Meski begitu jangan pernah lakukan apa yang menjadi permintaan hacker tersebut. Abaikan saja permintaannya, karena ketika kita membayar pun tidak ada jaminan file bisa terbuka kembali. 

Selain itu biasanya hacker juga akan meminta uang tebusan yang nominalnya tidak sedikit. Jadi tidak perlu terlalu panik kalau mendapati ancaman tersebut dan abaikan saja.

2. Lakukan Scanning Dengan Antivirus

Berikutnya jika memang sudah fix terinfeksi virus ransomware, segera lakukan scanning dengan antivirus. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar ancaman virus yang masih aktif dalam perangkat bisa segera menghilang. 

Disini pengguna perlu pastikan sudah memasang software antivirus yang di dalamnya sudah tersedia fitur anti ransomware. Misalnya seperti Kaspersky, ESET dan Avast. 

Pengguna juga bisa mengaktifkan fitur protection agar antivirus bisa langsung bekerja pada saat ada virus yang mencoba masuk untuk menginfeksi file-file di perangkat komputer.

3. Pulihkan File Dengan Ransomware Decryptors

Nah ini ada hubungannya dengan poin pertama tadi. Jadi biasanya hacker akan meminta tebusan supaya file yang terinfeksi bisa pulih kembali. Namun tidak ada jaminan untuk itu, oleh karenanya abaikan saja. 

Jangan panik kalau file yang terinfeksi itu adalah file penting karena dengan Ransomware Decryptor file tersebut bisa dipulihkan kembali. Jadi tidak perlu takut dengan ancaman hacker apalagi menurutinya. 

Cara kerja Ransomware Decryptor ini adalah dengan mengurai sandi enkripsi sehingga file yang terkunci bisa kembali dibuka. Antivirus seperti Avast dan Kaspersky sudah menyediakan fitur Decryptor tersebut, jadi tinggal instal dan jalankan saja. 

Namun perlu diketahui bahwa untuk membuka file yang terkena ransomware dibutuhkan decryptor tertentu. Jadi pengguna perlu tahu tipe ransomware apa yang menyerang dan software Decryptor apa yang bisa membuka ransomware tipe tersebut.

4. Matikan Koneksi Internet

Selanjutnya, cara mengatasi virus ransomware adalah segera putuskan jaringan internet yang terkoneksi dengan perangkat tersebut. Seperti virus-virus lain, ransomware ini juga menyerang melalui jaringan internet. 

Jadi ketika perangkat komputer sudah terinfeksi virus ransomware pengguna perlu untuk segera memutuskan koneksi jaringan internet yang terhubung. 

Karena jika masih terus terhubung maka itu akan terus membuka jalan masuk si virus ke perangkat komputer. Setelah diputus koneksinya, langsung lakukan scan dengan antivirus. 

Selain itu jika ada perangkat eksternal lain yang terhubung seperti flashdisk atau Hardisk eksternal segera cabut dan putuskan juga dari perangkat komputer. 

Karena jika masih terhubung maka kemungkinan besar ransomware juga akan menyerang file-file yang berada di dalam perangkat eksternal tersebut.

5. Melaporkan Kasus

Yang terakhir pengguna bisa laporkan kasus ransomware ke nomoreransom.org. Ini dilakukan belum ada Decryptor untuk tipe ransomware yang menyerang. 

Pengguna bisa mengupload file yang terkena virus serta file ancaman yang diterima dari hacker. Ini akan membantu para ahli IT membuat Decryptor yang tepat untuk tipe ransomware tersebut.

Nah itulah tadi penjelasan cara mengatasi virus ransomware. Jadi pada saat komputer terkena virus ransomware tidak perlu panik dan segera lakukan cara-cara diatas. 

Untuk pencegahan sebaiknya pengguna selalu mengaktifkan fitur protection antivirus atau paling tidak mengaktifkan Windows Defender yang merupakan antivirus bawaan sistem operasi windows.